Adu Pinalti Spanyol di Piala Dunia Itu Rekor yang Buruk

Tawaran Spanyol untuk lolos ke Piala Dunia 2022 berakhir setelah mereka dikalahkan oleh Maroko di babak 16 besar. Tim Matador kalah 0-3 lewat adu penalti. Pada laga yang berlangsung di stadion Education City, Selasa (12/6/2022) malam WIB, pertandingan berjalan alot bagi tim La Furia Roja. Bahkan jika mereka mendominasi dengan bola. Menurut SBOBET88, rekor penguasaan bola Spanyol pada awalnya sangat mengesankan, yaitu 1.019 operan, 926 penyelesaian (91% benar) dan 9 operan kunci.Satu ancaman terhadap Maroko dan tidak ada hasilnya. Tapi itu bukan yang terburuk. Meski tak mampu menjebol pertahanan kuat dan efisien Maroko selama 120 menit, tim Matador tak mampu mencetak gol ke gawang lawannya dalam adu penalti!
Tiga anggota parlemen Spanyol tidak melakukan tugasnya dengan baik. Pablo Sarabia melepaskan tembakan masuk, sementara penjaga gawang Yassine Bounou menggagalkan upaya Carlos Soler dan Sergio Busquets.
Terlepas dari laporan BBC, pelatih Spanyol Luis Enrique mengatakan dia mengatakan kepada para pemainnya untuk bersiap dengan melakukan 1.000 penalti sejak mereka berada di klub. Dengan kalah adu penalti melawan Maroko, Spanyol pun mencetak rekor.
Setelah kemenangan ini, Spanyol menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang menang empat kali melalui adu penalti. Sebelumnya, Spanyol menang adu penalti di perempat final Piala Dunia 1986, perempat final 2002, dan Babak 16 Besar 2018.
Mereka hanya menang sekali lewat adu penalti sebanyak lima kali, termasuk melawan Republik Irlandia di babak 16 besar Piala Dunia 2002. Selama periode ini, dua parlemen Spanyol gagal, tetapi Irlandia bertahan lebih buruk dengan tiga kegagalan.
Lawan Kiper Spanyol di Piala Dunia itu Jebolan Atletico Madrid

Maroko mengalahkan Spanyol melalui adu penalti di babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2022. Pahlawan kemenangan Maroko adalah kiper Yassine Bounou. Yassine Bounou sendiri merupakan kiper hebat di Laliga. Ia bahkan menjadi kiper terbaik di LaLiga. Dilansir detikSport, duel Maroko vs Spanyol dipertontonkan di Stadion Education City, Al Rayyan, Selasa (12/6) malam WIB dalam babak 16 besar Piala Dunia 2022. Laga nyaris 0-0 sampai menit terakhir tetapi tidak berubah dari yang terakhir. Pertandingan kemudian berubah menjadi adu penalti. Tiga tim sepak bola terbaik di Spanyol tidak melewatkan pertandingan! Tulang Sarabia gagal. Sementara itu, kekacauan dari Soler dan Busquets ditolak Yassine Bounou.
Yassine Bounou adalah pahlawan sesungguhnya dalam pertarungan ini. Dia tenang dan siap membaca arah bola. Tentu saja Sarabia juga bisa dibaca. Maroko akhirnya menang adu penalti dengan tiga gol berbanding satu.
Menariknya, Yassine Bounou bukanlah pemain baru Spanyol. Bounou lulus dari akademi Atletico Madrid pada tahun 2012!
Tapi Bounou tidak cocok dengan liga yang sama. Dia dipinjamkan ke Real Zaragoza. Pemain berusia 31 tahun itu pindah ke Girona, lalu ke Sevilla pada 2020.
Karier Bounou berputar di sekitar Seville. Yassine Bounou bisa membawa Sevilla menjuarai Liga Europa. Musim 2021/2022 mengalahkan Thibaut Coiurtois sebagai kiper terbaik LaLiga!
Bounou sendiri senang dan penuh emosi. Dia berhasil membawa Maroko ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
“Ini hadiah untuk Maroko,” katanya setelah pertandingan, menurut National News. “Sebagai perwakilan pemain, saya berterima kasih atas dukungan suporter Maroko di stadion dan di mana pun. Para pemain kami juga memberikan performa yang luar biasa,” pungkasnya.